BAB I
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Kucing merupakan hewan kesayangan yang banyak digemari oleh masyarakat. Banyak
diantara kucing-kucing kesayangan tersebut mengalami
gangguan penyakit sehingga harus menjalani pembedahan. Salah satunya pembedahan
di saluran pencernaan seperti pada gastrium.
Gastrium merupakan bagian dari alat pencernaan pada hewan non ruminansia. Pada kucing terletak pada sisi kiri linea alba cranial abdominal, dibelakang
diafragma dan hepar. Letaknya bervariasi tergantung dari jumlah isi gastrium. Gastrotomi adalah operasi membuka gastrium atau dinding lambung yang
dilakukan untuk mengambil benda asing, inspeksi mukosa gastrium terhadap
kemungkinan ulcer, neoplasma atau hipertropi dan untuk mengambil spesimen
biopsi.
Kasus gastrointestinal pada hewan
kesayangan (kucing) yang mengharuskan dilakukannya
gastrotomi adalah kasus foreign body
removal (pengangkatan benda asing) yang sering ditemukan pada hewan di bawah umur 2 tahun.
Indikasi
dilakukannya gastrotomi diantaranya adalah untuk mengeluarkan benda asing dan tumor lambung (gastrointestinal
lymphoma) dari gastrium dan oesophagus
bagian bawah. Namun, prosedur ini juga sering
dilakukan terhadap pengambilan sampel biopsi lambung (phycomycosis atau gastric carcinomas case), untuk
mengurangi tekanan akibat gastrium terlalu berdilatasi, distensi lambung serta
penyempitan pylorus.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Gastrium
Gastrium
merupakan organ pertama pada saluran pencernaan (tractus digestivus) di dalam cavitas
abdominal yang dibatasi oleh oesophagus
pada bagian depan dan pylorus pada
bagian belakang. Pada kucing terletak
pada sisi kiri linea alba cranial abdomen,
dibelakang diafragma dan hepar.
Letaknya bervariasi tergantung dari volume gastrium itu sendiri .
Secara anatomis gastrium terdiri
dari tiga bagian yaitu cardial
(bagian depan), fundus (bagian
tengah) dan pylorus (bagian
belakang). Gastrium mempunyai dua curvatura yaitu curvatura mayor dekat
kolon dan curvatura minor yang berbatasan dengan hati.
Dinding gastrium mempunyai 4 lapisan dari luar ke dalam yaitu tunika serosa, tunika muskularis propia, tunika submucosa dan membrana mucosa dibagian paling dalam.
Pada dinding gastrium terdapat kelenjar yang menghasilkan getah lambung atau
enzim dan asam khlorida (HCl), yang berfungsi untuk mencerna makanan yang masuk
dan mengangkutnya secara teratur kedalam duodenum. Didalam gastrium makanan
dicerna antara 2-5 jam, lalu sedikit demi sedikit masuk menuju usus halus.
Proses
pencernaan makanan bersifat kompleks yang meliputi proses-proses di dalam
mulut, penelanan, sampai pencernaan dalam lambung. Pengaturan proses pencernaan
dilakukan oleh susunan syaraf pusat. Proses pengambilan pakan, pengunyahan,
penelanan dilakukan oleh otot-otot yang di atur di bawah kehendak, sedang gerak
selebihnya di atur oleh syaraf-syaraf otonom. Proses insalivasi bahan makanan di dalam mulut juga berlangsung di bawah
pengaruh syaraf otonom. Penghantaran bahan makanan dari bagian oral ke arah
rektal berlangsung karena gerakan peristaltik.
Kasus
ditemukannya benda asing dalam saluran cerna tidak jarang terjadi terutama pada
kucing. Benda asing yang ditemukan itu sangat bevariasi
seperti kulit, kawat, dan lain-lain. Benda asing yang besar akan menyebabkan
gejala ileus obstruksi, sedangkan benda tajam dapat menyebabkan perforasi
saluran cerna dengan gejala peritonitis.
Benda asing yang tertelan oleh kucing dapat
tersangkut pada oesophagus,
lambung (dengan akibat gangguan pencernaan) atau saluran cerna lainnya yang
dapat menimbulkan gejala ileus obstruksi atau perforasi. Diagnosa adanya benda
asing dalam saluran pencernaan dapat dilakukan dengan pemeriksaan rontgen yang akan membantu apabila benda asing itu cukup padat, apabila benda asing itu
cukup besar dan di telan oleh hewan kecil maka benda asing ini dapat di raba,
walaupun masih harus didiagnosa banding dengan tumor.
Selain obstuksi dan perforasi, benda asing yang tertelan juga dapat menimbulkan
abses, fistula dan pleuritis. Benda
asing juga dapat keluar sendiri melalui tinja tanpa menimbulkan kelainan yang
berarti, atas dasar itu maka setiap hewan yang diketahui telah menelan benda
asing sebaiknya diobservasi. Tindakan aktif berupa operasi baru dilakukan
apabila telah terdapat komplikasi pada kucing yang baru saja menelan benda asing, serta dapat dicoba dengan memberikan
air minum yang banyak dan obat untuk memuntahkan isi lambung.
Gastrotomi merupakan suatu pembedahan dengan penyayatan untuk menghasilkan atau
memberikan pemeriksaan yang akurat dalam lambung. Oleh ahli bedah pemeriksaan
dapat dilakukan dengan uji X-ray, Endoscopy, uji-uji tersebut merupakan
langkah-langkah dalam mencegah masalah yang terdapat pada gastrointestinal. Pemeriksaan praoperasi gastrotomi dengan radiograpy (x-ray) bertujuan untuk
melakukan diagnosa. Uji ini merupakan pokok yang mendasari untuk melakukan
pembedahan, yang pada dasarnya sering terjadi komplit dengan uji jumlah darah,
uji serum biokemikal, uji urinalysis dan kemungkinan melakukan Electrokardiograf
(EKG) sebelum pembedahan.
Pada kasus lain
dapat juga ditemukan terjadinya lambung sarat yang disertai dengan sumbatan
pada pylorus yang merupakan sindrom
yang timbul sebagai akibat pemberian pakan yang kualitasnya jelek. Pada umumnya
berbentuk serat kasar dan disertai atau tanpa pemberian air minum dalam jumlah
yang cukup, proses penyakit biasanya berlangsung akut dan ditandai dengan
anoreksia total, muntah dan dehidrasi.
Pembedahan gastrium merupakan operasi pembedahan yang dikenal dengan nama
gastrotomi yakni melakukan penyayatan pada bagian perut. Pakar bedah menyanyat
sebagian kecil atau sebagian besar daerah curvatura mayor dari gastrium.
Esophagus dan
gastrium termasuk saluran cerna atas, kelainan pada organ ini ditandai dengan
keluhan pada fungsi menelan. Kesulitan menelan merupakan gejala dini pada
kelainan saluran cerna, sehingga kesulitan menelan dapat mengarah kepada dugaan
adanya kanker saluran cerna, diagnosa ditegakkan berdasarkan anamnesa, oesophago-gastroduodenografi. Pada perawatan pasca bedah, pernafasan
penting diperhatikan karena laparotomi dan torakotomi
menimbulkan nyeri hebat sehingga nafas menjadi pendek
dan batuk tidak optimal. Keadaan demikian mengakibatkan pengeluaran
lendir tidak efektif dan menumpuk di bronchus. Bronkhoskopi dan bilasan bronkhus merupakan
prosedur baku mulai pasca bedah sampai dengan hari kedua atau tiga
tergantung pada kemampuan untuk batuk dan mengeluarkan lendir
sendiri.
Pada kucing
kasus menelan benda asing kurang dibandingkan dengan anjing, mereka sering
menjadi subjek pada gastrotomi karena keberadaan masa mengikat seperti benang
atau jarum dan benang jahitan dalam perut. Teknik operasinya insisi pada garis
tengah abdomen dan ligamen falciform dan lemak dipindahkan, limpa
dipindahkan keluar abdomen, curvatura
mayor dapat terlihat, dan perut dapat
dipalpasi, jika gastrotomi dilakukan laparotomi dibasahi dengan salin
fisiologis. Ketika insisi dibuat, ujung insisi ditahan sehingga isi perut tidak
dapat keluar.
Indikasi
Gastrotomi
Gastrotomi sering diindikasikan untuk pencegahan langkah – langkah dalam
permasalahan lambung, pemulihan posisi abnormalitas dalam pengeluaran
benda-benda asing dan tumor–tomor lambung, mengatasi penyempitan spincter pylorus dan trauma keras di dalam lambung.
BAB III
MATERI DAN
METODE OPERASI
1.
Materi
Pasien
Pasien adalah kucing betina lokal (Canis domesticus), berwarna belang hitam dan kuning dengan nama pussycat,
berumur kira-kira 1 tahun dengan berat
badan 3 kg.
Tanggal :
27 januari 2014
Nama hewan : pussycat
Jenis hewan : kucing
Jenis kelamin : betina
Warna bulu : tutul (belang hitam dan kuning)
Pemerikasaan fisik
Temp. tubuh : 38,2 °C
Frek. pulsus : 60/ menit
Frek. Nafas : 84/ menit
Berat badan : 3 kg
Kondisi umum : normal, bersih
Kulit bulu : normal, bulu tidak rontok, tidak kusam
Membrana mukosa : normal, konjungtiva tidak anemia
Kelenjar limfa : normal
Muskuloikeletal : normal
Sistem sirkulasi : normal
Sistem respirasi : normal
Sistem oigesti : normal
Sistem urogenital : normal
Sistem saraf : normal
Persiapan Pra Operasi
Sebelum operasi
dilakukan hewan tersebut diperiksa kondisi fisik
secara umum. Hewan dipuasakan selama 12 jam dan tidak diberi
minum selama 2 jam sebelum pembedahan. Sehari sebelum operasi hewan
dimandikan, berat badan hewan ditimbang untuk menentukan dosis obat yang akan
digunakan pada operasi. Ruangan dan tempat operasi dibersihkan. Alat-alat yang digunakan disterilkan dan
obat-obatan yang digunakan disiapkan.
Persiapan
Alat dan Bahan Operasi
Alat-alat yang digunakan antara lain meja operasi, lampu operasi, sarung
tangan, stetoskop, spuit 3 ml, scalpel, needle holders, jarum ½ lingkaran, gunting ujung runcing dan gunting ujung tumpul, tampon, pinset antomis dan
sirurgis, Alli’s Forceps serta arteri klem anatomi.
Bahan-bahan
yang digunakan terdiri dari benang chromik cat gut dan benang silk, kain kasa,
Iodium Tincture 3%, alkohol 70%, Aquades,
NaCl fisiologi, premedikasi (Atropine Sulfat), anestesi (Ketamin dan Xylazin),
antibiotik (Penicillin oil), obat suportif (Vit B-kompleks), swat dan wonderdust powder.
2.
Metode
Persiapan Operator dan Co-Operator
Sebelum melakukan operasi, baik operator maupun co-operator harus terlebih dahulu melepaskan semua aksesoris yang dapat mengganggu jalannya operasi. Cuci tangan hingga mencapai siku dengan menggunakan air bersih dan sabun, setelah itu
dapat dicuci kembali dengan alkohol 70%. Kemudian operator dan co-operator menggunakan sarung tangan dan pakaian
khusus. Keadaan tersebut dipertahankan sampai operasi selesai.
Premedikasi dan Anestesi
Premedikasi
yang digunakan adalah Atropin Sulfat dengan dosis 0,02-0,04 mg/KgBB dengan
sediaan 0,25 mg/cc dan Aceppromazine dengan dosis 0,1 – 0,2 mg/kgbb dengan
sediaan 0,1 mg/ml secara intramuscular. Setelah ± 10 menit dilanjutkan dengan
pemberian anestesi umum yaitu Ketamin 10- 20 mg/KgBB dengan sediaan 10mg/ml atau
Xylazine 1-3 mg/KgBB secara intramuskular. Setelah pemberian
anestesi, frekuensi nafas dan denyut jantung dimonitoring setiap 5-10 menit
sampai pembedahan selesai (Tilley dan Smith, 2002).
Teknik
Operasi
Pasien yang telah teranestesi diletakkan dengan posisi dorsal recumbency di atas
meja operasi. Cukur bulu pada daerah yang akan diincisi yaitu daerah cranial
umbilicus, kemudian desinfeksi pada daerah tersebut dengan iodium tinkture 3%.
Selanjutnya di daerah yang akan dioperasi dipasang drapping.
Lakukan incisi kulit kira-kira 6-8 cm tepat pada bagian atas dari umbilikus kearah kranial. Kulit dan jaringan subkutan diincisi dengan
menggunakan scalpel dan lakukan preparasi tumpul untuk mempermudah mendapatkan linea alba.
Linea alba di jepit dengan menggunakan Alli’s forceps secara sejajar agar
sayatan tidak miring. Kemudian dengan ujung gunting/scalpel dibuat irisan kecil pada linea alba, irisan tersebut diprepair dengan
scapel mulai dari fascia, muskulus sampai ke peritonium, jari telunjuk dan jari
tengah digunakan sebagai pemandu, diletakkan dibawah linea alba agar tidak
menggunting organ viseral (Anonimus, 2008). Selanjutnya keluarkan gastrium dan buat jahitan bantu, incisi pada daerah kurvatura mayor. Lalu keluarkan benda asing dengan
menggunakan forceps. Usahakan agar gastrium tetap dalam keadaan basah maka
dilakukan pembilasan dengan penstrep 1%. Luka insisi
pada mukosa gastrium ditutup dengan menggunakan jahitan pola simpel interupted dengan benang chromik cat gut 3-0. Masukkan kembali gasrtium
kedalam rongga perut dan siram rongga abdomen dengan larutan NaCl fisiologis.
Peritonium ditutup dengan menggunakan benang cotton dengan pola jahitan simpel interupted,
muskulus dan fascia dijahit dengan pola simple interupted menggunakan benang
cut gut 3-0. Kulit ditutup dengan pola jahitan simple interupted menggunakan
benang nilon. Setelah dijahit, daerah bekas insisi diolesi dengan iodium
tinctur 3% dan diinjeksi dengan penisilin oil dan vitamin B-kompleks secara
intramuskular. Oleskan swat dan wonderdust pada luka yang telah dijahit tadi.
Perawatan Pasca Operasi
Setelah hewan dioperasi ditempatkan pada tempat yang kering dan bersih, luka operasi
dijaga kebersihannya dan pemeriksaan dilakukan selama 4-6 hari berturut-turut,
kemudian diberikan makanan yang mudah dicerna guna mengurangi kerja gastrium
selama 3-4 hari, jahitan dapat dibuka setelah luka operasi benar-benar kering
dan sembuh serta telah tertutup, kemudian diolesi kembali iodiun tinkture 3%.
BAB
IV
PENUTUP
Kesimpulan
Indikasi
dilakukannya gastrotomi diantaranya adalah untuk mengeluarkan benda asing dan tumor lambung (gastrointestinal
lymphoma) dari gastrium dan oesophagus
bagian bawah. Namun, prosedur ini juga sering
dilakukan terhadap pengambilan sampel biopsi lambung (phycomycosis atau gastric carcinomas case), untuk
mengurangi tekanan akibat gastrium terlalu berdilatasi, distensi lambung serta
penyempitan pylorus.
Gastrotomi sering diindikasikan untuk pencegahan langkah – langkah dalam
permasalahan lambung, pemulihan posisi abnormalitas dalam pengeluaran
benda-benda asing dan tumor–tomor lambung, mengatasi penyempitan spincter pylorus dan trauma keras di dalam lambung.
Pembahasan
Bedah
yang akan dilakukan pada kucing adalah gastrotomy, tetapi tidak jadi dilakukan
karena kucing yang akan digastrotomy sudah dibedah sebelumnya dan masih dalam
perawatan dan masih ada sisa dari pembedahan sebelumnya. Dan bedah gastrotomy
tidak jadi dilakukan. Jadi bedah yang dilakukan Cuma sampai pembukaan abdomen
yaitu musculus dan di tutup lagi.
BAB
V
DAFTAR
PUSTAKA
GASTROTOMY PADA ANJING . (Online). diunduh pada
tanggal 29 januari 2014. http://goresantintaanakrantau.blogspot.com/2012/05/gastrotomy-pada-anjing.html
GASTROSTOMY. (Online).
diunduh pada tanggal 29 januari 2014. http://bedahunmuh.wordpress.com/2010/05/09/gastrostomy/
thank you brother untuk tulisannya..bagus skali
BalasHapusMakasi sista
BalasHapus